istiqomah

Berkerudung…

Bila berkerudung & berpakaian tertutup (longgar) hanyalah salah satu pilihan berbusana, maka itulah pilihan gue, now & forever.

Atau bila berkerudung & berpakaian tertutup (longgar) adalah kewajiban bagi Muslimah yang telah mencapai usia akil baligh, maka gue memenuhi kewajiban. Terlambat 20 tahun memang tapi bersyukur masih diberi kesempatan untuk memenuhi kewajiban.

Katakanlah bila berkerudung & berpakaian tertutup (longgar) merupakan fashion trend, maka mari kita doakan agar tren busana ini diminati oleh lebih banyak Muslimah & bisa jadi tren busana yang tak akan lekang oleh waktu.

Dan bila berkerudung & berpakaian tertutup (longgar) adalah salah satu cara agar seorang Muslimah bisa terus meningkatkan ketaqwaannya, maka dukunglah dia atas nama semangat amar ma’ruf nahi munkar.

Gak pernah terbayang, bahkan oleh diri sendiri, gue akan berkerudung! Selama ini jiwa hedon gue melihat kerudung itu gak wajib *istighfar*, cuman pilihan busana & ribet!

Sejak Mama berkerudung akhir tahun 2002, secara continuing Papa & Mama mengingatkan gue untuk turut hijrah.

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS Al-Ahzab (33):59]

Gue inget Papa pernah bacain ayat Al Quran & terjemahannya ke gue dalam upaya Beliau mendorong anak bungsunya ini untuk berpakaian sesuai tuntunan agama Islam.

Tapi dasar gue bangor, nasehat orang tua berlalu begitu aja. Geblek kan?!

Tapi ya gue bikin perubahan busana kecil-kecilan. Sbg contoh dress atau rok yg panjangnya minimal sebatas lutut & selalu berbalut pantyhose yg tebal. Dulu kan – jaman darah muda & ngawur – short skirt is me. Dipadu padan dgn stocking tipis warna kulit biar makin dramatis *preeet*. Well, secara ya nambah usia nambah juga bobot badannya, gak ada pantes-pantesnya pake rok pendek *tau diri*.

Pergolakan batin *tsaaah* tentang Be the change I wish to see in the world mulai terjadi di akhir tahun 2014. Gue merasa ada sesuatu yg belum pas, belum lengkap, belum utuh dari diri gue. Gue merasa apapun yg gue lakukan kayak kosong. Rajin posting sesuatu yg religius melalui akun media sosial tapi rambut tetap berkibar-kibar, gue rasa seperti tong kosong yg nyaring bunyinya. Ngerti maksut gue kan?!

Kegamangan dgn penampilan non kerudung makin menjadi seiring mulai giatnya diri menghadiri kajian-kajian yg diadakan di lingkungan kantor. Walo hadir kajian dgn berkerudung pashmina – agar pantas – tapi gue seperti menipu diri sendiri & orang lain. Gue mulai merasa minder berada diantara teman-teman Muslimah yg berkerudung meski – Demi Allah – mereka tidak sekalipun menolak apalagi menghina gue yg belum berkerudung. Ditambah lingkungan gue sangat kondusif untuk berkerudung; Mama, Uni, hopeng & genggong di kantor – semua Muslimah yg kesehariannya berkerudung.

Fa bi ayyi ālā’i Rabbikumā tukażżibān

Penggalan ayat Al Quran surat Ar-Rahman (55) ini makin kencang bergaung di dalam kepala & hati gue. Maka nikmat Tuhan kamu manakah yang kamu dustakan, Amellia? Katanya pengen ningkatin taqwamu Amellia, koq gitu-gitu aja usahanya? Jangan ditepis lagi rasa risih akan busana non kerudungmu Amellia, stop denying & start the change you wish to see in the world.

Tibalah shahr-i Ramadhan. Masih belum berkerudung tapiii sudah mantab akan hijrah mulai 1 Muharram 1437 H nanti. Emang anaknya aneh, yg baik malah ditahan-tahan. Niat sudah disampaikan tapi masih terbatas kepada Uni & si BFF.

Uni seneng bukan main. Dia bahkan ngado 2 kerudung cantik untuk ultah gue. Kalo reaksi si BFF (Vinna) cukup lucu. “Kalo udah berkerudung, masih boleh gossip gak Mel?”, bhahahak! Gossip kan ghibah yak?! Kerudung atau gak, ghibah itu buruk & gak boleh dilakukan *but can’t resist it though*.

Berbuat baik janganlah ditunda-tunda. Persis kayak lirik lagu Bimbo. Diantara sekian banyak Muslimah berkerudung di kantor pusat, gue ditunjuk jadi Saritilawah saat acara Buka Puasa Bersama. Ini masih gue tanggapi datar. Tapi begitu ditunjuk lagi untuk melakukannya saat acara Halal Bi Halal, gue ngrasa kesungguhan gue untuk mulai berkerudung diuji-Nya. What’s been holding you back, Amellia?

01-Aug-15, Sabtu, persis hari lahir gue *bukan tanggal lahir ya* dimulailah penampilan baru itu. Amellia berkerudung. Amellia became the change she wished to see in the world.

Berasa konyol kalo inget dulu bertahan dgn pikiran bahwa berkerudung nunggu dapat hidayah. Hal itu gak 100% benar karena hidayah itu pun kudu kita usahakan bukan?! Sama seperti kita menjemput rejeki meski Allah subhanahu wa ta’ala telah menjamin rizki tiap makhluk-Nya, sama seperti kita mencari jodoh walo DIA juga yg menentukan, sama seperti upaya kita menjaga kesehatan tapi tetap diberi-Nya nikmat sakit dsb.

Dan jalan menuju kesempurnaan taqwa masih panjang & berliku. Semoga iman Islam tetap terjaga & nyala api semangat bertaqwa tetap membara.

 

 

[amelkucing]
#bethechange

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s