istiqomah

Sibuk (Urusan) Sendiri

Dibuka dengan menjelaskan kalo gue ingin meniru gaya nulis temennya si Pacar* ketika posting ke Facebook: seolah sedang bercerita kepada anak-anaknya 🙂🙂

So here it is…

Manusia nan mulia itu berpesan mbak Gigli, “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat”. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari.

Mummy turut berpartisipasi dalam ‘dakwah’ yang sok iye. Repost poster-poster islami pada akun sosmed Mummy, nak. Antara self reminder dan menggerakkan teman-teman Mummy yang muslim/muslimah untuk mengenal agamanya lebih baik/dalam lagi 😌😌

Mummy “Follow” akun-akun dakwah resmi/kredibel di Instagram & Twitter guna menambah ilmu agama Mummy yang masih minimalis sekali. Tak lupa Mummy juga “Follow” akun-akun non lembaga dakwah tapi isinya -ya- dakwah. Ceritanya Mummy ingin bangun suasana yang positif dan kondusif untuk diri Mummy sendiri, nak. Seperti kata ‘Ulama, mbak Gigli, istiqomah (saat) sendirian itu berat. True 😭😭

“Masa cuman heboh di dunia maya, Mel? Hadir dalam majelis ilmu dunks!”. Gitu lah nak kira-kira dorongan dalam diri Mummy dan akhirnya menjadikan Mummy merutinkan hadir dalam kajian umum oleh The Rabbaanians. Apalagi lokasi majelis ilmu dan lokasi kantor Mummy deket mbak Gigli. No excuse 😏😏

Makin lapang hati & ringan langkah karena Tante Pacar punya semangat yang sama dengan Mummy nak.

‎الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

 

Mummy enggak mau dusta, nak. Awal-awal Mummy dan Tante Pacar hadir kajian itu, kami ya mengalami pergolakan batin: gimana dunks kalo kajian diisi dengan himbauan terkait pilih Pemimpin saat Pilkada DKI nanti? Ya mbak Gigli, pernah ada masa Mummy dan Tante Pacar enggan taat pada beberapa aturan dan ngedepanin logika kami yang dangkal itu over perintah/larangan Allah Yang Maha Mengetahui 😣😣

But to my surprise ya nak, isi kajiannya lah berfokus pada tauhid dan sirah Nabi. Ustadz-ustadz pengisi fokus mengokohkan hal yang tersampingkan dari mata pelajaran Agama Islam di sekolah: tauhid, nak.

‎لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللّهُ

Para Ustadz (yang semoga senantiasa dalam lindungan Allah) juga fokus mengingatkan indahnya taat dan manisnya iman dengan berteladan kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam – manusia mulia. Kagak ada politik-politik sedikit pun, mbak Gigli 😍😍

Allah yang membolak-balikan hati manusia. Derasnya reminder tauhid dan peneladanan pada diri Rasul-Nya itu ndilalah bikin Mummy dan Tante Pacar embracing Al-Maidah (5) ayat 51. Etapi inget ya mbak Gigli, Mummy dan Tante Pacar ndak benci Beliau. Tega amat cuman gegara taat sama sang Pencipta dan Pemilik alam semesta Surga & Neraka trus dicap benci makhluk ciptaan-Nya? 🙁🙁

Daaan witing tresno jalaran soko kulino. Asiiik 😝😝. Enggak koq mbak Gigli, bukan dalam arti harfiah (apa harafiah yak?). Tapi jelas rasa kagum Mummy kepada Beliau telah memicu Mummy untuk istiqomah perbaiki diri *eaaa*. Ada gelombang kesedihan sekaligus semburat optismisme tiap Mummy inget An-Nur (24) ayat 26 dan HR. Bukhari ttg perempuan dinikahi karena 4 hal. Udah ah curhatnya, mbak Gigli 🙊🙊. Kata Nabi Ya’qub ‘alaihissalam keluhan/kesedihan itu diadukannya kepada Rabbul ‘alamin (Yusuf (12) ayat 86) 😊😊

Speaking of perbaiki diri, mbak Gigli tau kan Mummy banci kamera?! Sapa sangka nak Mummy bisa sukarela berhenti jadi ledom wannabe?! 🤣🤣. Bahkan Mummy hapus foto-foto Mummy seorang diri atau ramean dari sosmed. Tau gak nduk, berapa banyak jumlah foto kategori Profile Picture dalam akun Facebook Mummy (2009-2016)? Sebanyak 191 foto saja. Narsis level najis 😑😑

Ketika Mummy sibuk perang melawan nafsu (ngantor itu gincunya pakem & padet, matanya ber-eyeliner serta baju & khimar wangiii), lah ada persinggungan super tajam antara pendukung stop selfie dengan pelaku selfie – tentunya akhwat ya nak 😅😅

Enggak mbak Gigli, Mummy bukan meremehkan perkara bahaya laten selfie yang dipublikasi seorang akhwat (muslimah yang sudah (rutin) ngaji dan bahkan tampilan syar’i). Reminder dari para Ustadz juga sudah tak terhitung jumlah dan ragamnya. Yang Mummy sayangkan adalah enggak satu-dua reminder dari awam sebagai pendukung stop selfie yang galaknya/pedesnya minta ampun 😰😰

Kadang Mummy geram trus jadi bahan obrolan sama Tante Pacar karena kami kan sama tertatih-tatih dalam sami’na wa atho’na – hello, we’re still working in a Bank, not to mention in loan business. Duh 💔💔

Sibuk (urusan) sendiri aja lah mbak Gigli. ‘Dakwah’ semampu Mummy, ha wong ilmu Mummy juga masih cetek. Semoga pun posting-an islami itu kelak tak menjadikan Mummy bak lilin: menerangi yang lain tapi dengan membakar diri alias cuman info ilmu tapi tanpa amalan,

‎ناودزوبيلة مين دزاليك

😶😶

*Pacar: Hopeng, atau sahabat. Dalam hal ini seorang sahabat yang satu kantor. Sudah seperti punya Pacar karena sahabat ini baik & perhatian luar biasa 💕💕

 

 

[amelkucing]
#bethechange

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s